News PKB Jombang – Meski jalan tol Jombang – Mojokerto (Joker) telah resmi beroperasi, namun masih ada kompensasi yang belum diberikan pihak PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) selaku pemegang konsesi tol Joker. Salah satunya adalah tanah wakaf di empat desa yang beberapa waktu lalu telah digusur guna pembangunan tol Joker.

Emapat desa diantaranya adalah tanah wakaf yang ada di Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kendalsari, Kecamatan Kesamben, Kedungmlati, Kecamatan Kesamben serta Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedunglmoyo.

Data di atas sebagaimana pengaduan salah seorang warga desa setempat kepada Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Jawa Timur, H. Miftahul Huda. “Ini berdasarkan laporan warga kepada kami, bahwa di empat desa itu, khususnya tanah wakaf warga belum diberikan kompensasi oleh PT MHI sampai saat ini,” katanya, Kamis (2/11/2017).

Kondisi itu sangat disayangkan oleh Miftahul Huda. PT MHI, kata dia, harusnya tidak boleh melalaikan hak-hak warga atas pembangunan jalan tol tersebut. Terlebih, lanjutnya, hak-hak (kompensasi, red) telah dijanjikan sebelumnya.

Untuk itu, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jombang ini meminta Kemenag Jombang melalui Kepala Subbagian Perwakafan untuk segera berkoordinasi dengan PT MHI guna merespon aduan warga.

“F-PKB DPRD Jombang meminta Kemenag untuk segera berkoordinasi dengan PT MHI. Selanjutnya menfasilitasi hingga aduan itu selesai,” ujarnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here