News PKB Jombang – Anggota DPR RI, Hj Ida Fauziyah, M.Si mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, NKRI, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika di aula Graha Gus Dur, Rabu (30/8/2017).

Dalam paparannya, perempuan yang juga Ketua FPKB DPR RI itu mengingatkan kepada segenap peserta kegiatan sosialisasi empat pilar terkait bahaya radikalisme di Negara Indonesia ini. Mereka (radikalisme, red) kata dia, memang benar-benar nyata keberadaannya.

“Bibit-bibit radikalisme nyata-nyata ada di Indonesia ini, mereka yang terus menerus menggugat keberadaan Pancasila. Keberadaan mereka bukan karena adanya proyek dan lain semacamnya,” tegasnya.

Bahkan, hasil survei yang dilakukan lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) yang dimiliki Kemenag, beber dia, radikalisme telah menyasar banyak kalangan, termasuk dari usia anak-anak hingga dewasa. Mereka berhasil memasukkan ideologinya kepada sejumlah kalangan itu.

Dampaknya, imbuh Ida Fauziyah, beberapa kalangan sudah beranggapan bahwa Pancasila sudah tidak relevan lagi dijadikan salah satu pilar negara, dan harus diganti dengan konsep khilafah yang mereka usung.

“Sekarang banyak orang mempertanyakan, bahwa Pancasila sudah tidak relevan lagi untuk dijadikan dasar Negara Indonesia, hasil survei Litbang, 10% ada di bibit SMA, mereka mengatakan Pancasila tidak relevan perlu diganti khilafah,” ujarnya.

Untuk itu, pesannya, kader PKB penting untuk lebih menanamkan kembali terkait pemahaman empat pilar dalam berbangsa dan bernegara. Disamping itu, setiap langkah kader PKB harus mengedepankan visi misi yang berdasar dari ideologi kebangsaan dan kenegaraan tersebut.

“Kader PKB harus memiliki visi dan misi yang berdasar dari ideologi kebangsaan yang selesai. Terlebih kader yang menduduki di pemerintahan, baik di legislatif maupun di eksekutif,” harapnya. (Arif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here