PKB-Golkar Jombang Teken MoU

0
78

News PKB Jombang – Teka teki adanya koalisi antara Partai Golkar Jombang dan DPC PKB setempat dalam pemenangan Nyono Suharli Wihandoko untuk di Pilkada 2018 nanti terjawab sudah. Minggu (8/10/2017), kedua partai tersebut meneken nota kerjasama atau biasa disebut penandatanganan MoU.

Acara yang berlangsung di kantor DPC PKB Jombang, Graha Gus Dur itu dihadiri ribuan pendukung dari partai berlambang bola dunia dengan 9 bintang itu. Tak terkecuali struktur DPD Partai Golkar Jombang juga tampak dalam acara.

Ketua DPD Partai Golkar Jombang Tjaturina Yuliastuti menyampaikan terimakasih atas penentuan sikap yang diambil PKB dalam berkoalisi dengan pihaknya. Menurutnya, koalisi ini jelas memperkuat pencalonan Nyono Suharli Wihandoko sebagai Bupati Jombang di Pilkada Jombang 2018 mendatang.

“Kami ucapkan terimakasih atas penentuan sikap PKB Jombang untuk membangun koalisi dengan Partai Golkar. Ini jelas akan mempermudah kemenangan pak Nyono dalam Pilkada nanti,” ujar Tjatur.

Sementara, Nyono Suharli Wihandoko mengatakan, meski sudah dilakukan penandatangan, ia belum bisa mengatakan nama wakil ketua yang akan mendampinginya. Nyono beralasan, Partai Golkar tidak hanya menjalin koalisi dengan PKB saja. Sebelumnya, sambung pria yang masih aktif menjabat Bupati Jombang ini, hal serupa juga sudah dilakukan dengan PDI P, PAN, dan PKS.

“Kita ini kan partai koalisi. Untuk menentukan itu, kita akan bersama-sama dengan partai yang sudah bersepakat membangun koalisi untuk menyampaikan kriteria dalam menentukan bakal calon wakil bupati. Kriterianya tentu memiliki komitmen membangun Jombang yang lebih baik. Insyaallah Desember nama wakil bupati itu kita umumkan,” tandasnya.

Ketua DPC PKB Jombang Mas’ud Zuremi mengaku, terkait Pilkada Jombang ini, komunikasi dengan Partai Golkar sudah terjalin lama. Hanya saja, untuk mengambil sikap pihaknya tidak terburu-buru.

“Untuk melakukan kerjasama seperti ini kami tidak ingin gegabah. Di partai politik, pertimbangan matang harus dilakukan. Setelah melakukan komunikasi secara intens, baik dengan parpol maupun komunikasi dengan para kiyai, akhirnya kami secara bulat menandatangani perjanjian kerjasama ini,” kata Mas’ud.

Ia juga menyampaikan alasan kenapa PKB mendukung Nyono Suharli Wihandoko untuk memenangkan Pilkada Jombang 2018 nanti. Mas’ud menyampaikan, sejak reformasi, antara PKB dan Partai Golkar hubungannya sudah terjalin.

“Di pemilu 1999, tidak satupun partai di legislatif yang mau tergabung dengan Partai Golkar yang saat itu hanya mendapat 4 kursi. Hanya PKB dengan 15 kursi yang menerima Partai Golkar untuk bergabung di fraksi. Pada 2008, meski PKB memiliki 15 kursi, kami siap pada posisi calon wakil bupati yang saat itu pak Nyono menjadi calon bupatinya. Di Pilkada 2013, meski PKB memiliki calon sendiri, namun kami memiliki komitmen untuk mendukung calon terpilih melalui program-programnya,” terang Mas’ud.

Perjalanan di atas, kata dia, merupakan kerjasama yang sudah terbangun sejak lama. “kami menyebutnya mitra politik dan mitra pemerintah. Terakhir kerjasama ini sesuai dengan logo partai masing-masing. Menanam padi pasti tumbuh padi. Kalau pohon beringin tidak menancap di bumi tidak akan tumbuh. Pohon beringin saya ibaratkan padi, dan bumi merupakan lambang partai PKB. Saat inilah PKB dan Partai Golkar membangun Jombang,” katanya.

Acara penandatangan MoU itu juga dihadiri Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar. (sem)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here