News PKB Jombang – Penandatanganan naskah MoU oleh Kepolisian Republik Indonesia, Kemendagri dan Kemendes terkait pengawasan penggunaan dana desa (DD) beberapa waktu lalu, diyakini akan membawa angin segar terhadap realisasi DD ke depan.

Hal ini seperti yang diutarakan Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang, Kartiyono. Kerjasama tiga lembaga negara dalam hal ini menurutnya berdampak positif dalam pengawalan penggunaan DD yang selama ini seringkali terjadi penyelewengan. Sehingga diharapkan pemerintah desa dapat mengoptimalkan penggunaan DD sebaik-baiknya.

“Ketiga pucuk pimpinan lembaga negara itu telah bersepakat dalam pengawasan penggunaan DD. Dengan demikian pengawasan penggunaan DD semakin ketat, dan di harapkan penggunaan DD oleh pemerintah desa akan lebih akurat untuk memacu pertumbuhan desa,” ujarnya, Senin (23/10/2017).

Anggota Komisi A DPRD Jombang ini tak menafikan, penyalahgunaan DD menjadi rawan terjadi di berbagai daerah, lantaran nominal DD yang digelontorkan pemerintah pusat cukup fantastis, sementara sebagian pemerintah desa belum bisa memanfaatkannya dengan baik.

“Untuk itu saya berpesan kepada para kepala desa agar lebih berhati-hati dan menghindari penyimpangan dalam merealisasikan DD kalau tidak ingin tersandung masalah,” pesan Kartiyono.

Disisi lain, adanya kerjasama pengawasan DD ini menurutnya juga perlu direspon oleh pemerintah daerah dengan membuat forum-forum khusus. Forum ini, kata dia, sebagai media pedukung dalam mengantisipasi terjadinya penyelewengan penggunaan DD.

“Saya berharap ini juga direspon oleh daerah dengan membentuk forum daerah dalam hal pengawasan DD. Forum yang dimaksud terdiri dari unsur pemerintahan daerah, kepolisian serta bila perlu unsur korp adiyaksa,” katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, ruang gerak forum itu mulai dari melakukan pengawasan proses perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan. Sehingga akan mendorong pemerintah desa (Pemdes) akan lebih hati-hati dan memperhatikan mekanisme penggunaan DD dengan benar.

“Tidak harus menunggu ada kasus penyimpangan baru bekerja, namun lebih kepada mencegah agar tidak terjadi penyinpangan, tinggal bagaimana keseriusan semua pihak merespon hal ini,” pungkasnya. (sul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here