Menengok Lomba Mading 3D Santri Ponpes Denanyar

0
11

News PKB Jombang – Meski dirayakan secara sederhana, tetap saja banyak hal yang menarik dalam peringatan Haul KH. Bisri Syansuri ke 37 dan Harlah Pondok Pesantren Mamba’ul Maarif ke 101 tahun ini. Selain kegiatan seremonial dan doa bersama, acara peringatan juga diisi dengan beragam uji kompetensi dan kreatifias santri. Salah satu yang menarik adalah lomba Majalah Dinding tiga dimensi (3D).

Menyaksikan proses olah karya dan presentasi Mading 3D hasil karya para santri, Anda akan mendapati mereka adalah generasi-generasi kreatif, maju, modern dan relijius, alih-alih generasi kolot, ndesa yang lazim dilekatkan ke kaum pesantren. Sangat luar biasa, pada usia yang masih dalam kisaran 10-15 tahun, mereka sudah menunjukan daya kritis, kreatifitas, maju dan konstruktif dalam menyajikan hasil karya berupa mading 3D

Dari tema lomba saja sudah bisa dirasakan aura kemajuan para santri dalam menghadapi zaman. Pesantren dan Globalisasi, begitu tema utama yang mereka pakai untuk lomba Mading 3D antar asrama tersebut. Masing-masing kelompok peserta, yang merupakan kontingen asrama, bebas menentukan subtema asal masih relevan dengan tema utama.

Lihat saja misalnya mading 3D karya santri-santri asrama induk putra Mamba’ul Ma’arif. Mereka mengangkat subtema Pesantren Bukan Tempat Rehabilitasi. Dalam presentasinya, mereka menyatakan menolak pergeseran stigma sebagian masyarakat yang memandang pesantren sebagai pusat rehabilitasi anak-anak dan remaja.

“Pesantren bukan tempat rehabilitasi anak-anak nakal, kecanduan dan lainnya. Pesantren, masih seperti yang dulu, tempat santri menempa diri dengan ilmu-ilmu agama,” jelas salah satu santri yang kebagian menjadi presenter.

Subtema lain yang tidak kalah menarik, misalnya yang diusung oleh kpntinhen asrama Al Bishri, Akulturasi Budaya Pesantren Di Perkotaan. Menurut mereka, pesantren mempunyai kesempatan besar untuk bersanding positif dengan globalisasi.

“Budaya pemikiran keislaman yang moderat akan menjadi keunggulan pesantren berhaluan ahlussunnah wal jamaah untuk membuka pintu gerbang kerjasama dan infiltrasi budaya secara positif dalam arus globalisasi,” jelasa presenternya.

Subtema lainnya yang tidak kalah mengesankan di antaranya adalah Pesantren Entrepreneur karya kontinhen asrama Sunan Ampel, Sikap Santri Di Era Globalisasi karya asrama An-Najah dan Pesantren Dan Lingkungan Hidup karya santri-santri asrama Ar-Risalah.(ans/slh)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here