News PKB Jombang – Wakil Ketua DPRD Jombang M. Subaidi Muchtar, M.Si, meletakkan batu pertama dalam pembangunan ruang kelas baru dan kantor Madrasah Aliyah (MA) Bahrul Ulum (BU), Minggu (12/11/2017). Madrasah ini masih di naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Sesuai data yang dihimpun News PKB Jombang, pembangunan tersebut dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun anggaran 2017 sebesar 100 juta.

Pria yang merupakan politisi PKB Jombang ini mengatakan, dalam pembangunan gedung tersebut, PKB akan menjadi bagian penting dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di MA Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Sikap itu menurutnya bukan tanpa alasan. Jombang yang hingga kini dikenal dengan persebaran pondok pesantren besar menjadi potensi untuk diwujudkannya sebagai Kota Pendidikan berbasis pesantren.

“Sikap ini adalah ikhtiar untuk mempercepat terwujudnya Jombang sebagai Kota Pendidikan berbasis pesantren,” katanya.

Pak Sub saat memberikan sambutannya di pelatakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru dan kantor MA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

Pria yang biasa disapa Pak Sub ini menambahkan, upaya tersebut sudah seharusnya direspon cepat oleh berbagai elemen, terutama pemerintah daerah, agar ikhtiar menjadikan Jombang sebagai Kota Pendidikan berbasis pesantren dapat terwujud dengan segera.

“Dalam ikhtiar ini semua elemen dapat mendukung. Dan harusnya pemerintah daerah untuk secepatnya mewujudkan Jombang sebagai Kota Pendidikan berbasis pesantren,” imbuh Pak Sub.

Ia menilai, selama ini pemerintah daerah kurang memperhatikan potensi di balik persebaran pesantren besar dan santri yang tidak sedikit datang ke Jombang tiap tahunnya. Faktanya, beber Pak Sub, kebijakan pemerintah daerah dalam hal ini belum sampai pada upaya mengoptimalkan potensi tersebut untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jombang.

“Ini adalah potensi besar yang dimiliki Jombang, tetapi masih tidak ada kebijakan pemerintah daeah untuk mengoptimalkan potensi ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyaakat Jombang,” ujarnya.

Pemerintah daerah tidak boleh tutup mata terhadap minat puluhan ribu santriwan dan santriwati yang datang dari berbagai daerah ke Jombang untuk mondok di pesantren-pesantren yang ada di Jombang setiap tahunnya.

“Ini jelas merupakan potensi sosial dan potensi ekonomi yang akan mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.

Oleh kerenanya, sebagai salah satu usaha mengoptimalkan potensi di atas dari internal lembaga pendidikan, Pak Sub meminta kepada seluruh guru dan komite MA BU mengembangkan MA BU sebagai bagian untuk mewujudkan Jombang Kota Pendidikan berbasis pesantren. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here