News PKB Jombang – Komisi C DPRD Jombang melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) membincangkan terkait infrastrukur dengan Dinas PUPR setempat, Selasa (12/12/2017).

Dari hasil Kunker itu, Ketua Komisi C DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi mengatakan, ada beberapa hal yang patut dicontoh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang soal infrastruktur. Salah satunya untuk mengantisipasi proyek APBD di bidang infrastruktur baik jalan maupun gedung, Dinas PUPR Kendal melakukan lelang dini.

“Artinya untuk program infrastruktur tahun anggaran 2018, maka pelaksanaan lelang dilakukan pada akhir Desember tahun 2017,” katanya usai melakukan Kunker.

Ketua DPC PKB Jombang ini menjelaskan, lelang dini tersebut menurut Kadis PUPR Kendal, Ir. Sugiyono sama sekali tidak berimplikasi dengan hukum. “Karena hanya pelelangan secara administrasi, seandainya gagal lelang, maka tidak ada masalah. Yang terpenting semua pihak ketiga mendapatkan sosialisasi secara massif,” jelasnya.

Menurutnya, lelang dini ini akan berdampak pada kualitas pembangunan infrastruktur itu sendiri. Tahap realisasi pembangunan infrastruktur akan lebih cepat, juga akan terencana dengan lebih matang.

“Sehingga ketika ini (lelang dini, red) selesai, maka anggaran terealisasi Bulan Maret – April bisa langsung dikerjakan,” ujarnya.

Selama ini, bebernya, pencairan anggaran biasanya pada Bulan Agustus-September. “Sehingga pekerjaan mulai Bulan September sudah masuk musim hujan. Yang berdampak pekerjaan molor dan bahkan tidak selesai, maka semua dirugikan,” tuturnya.

Di samping menerapkan lelang dini, Pak Mas’ud sapaan akrabnya menambahkan, terobosan yang dilakukan Pemkab Kendal dalam hal mempercepat pembanngunan infrastrukur jalan, adalah melakukan loby ke Kementerian PUPR pusat, Bankeu Provinsi, DAK reguler, DBHCHT dan CSR. Selain itu Pemkab Kendal juga menggeret dana kementerian yang ada untuk bisa diprioritaskan ke Kabupaten Kendal.

Oleh karenanya, Mas’ud Zuremi menghimbau agar Pemkab Jombang juga bisa melakukan terobosan-terobosan seperti halnya Pemkab Kendal. Hal ini penting dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembangunan infrastruktur yang selama ini dilakukan.

“Pasti tidak akan ada proyek yang molor bahkan tidak selesai. Karena semua sudah terencana dengan baik. November-Desember tahun sebelumnya sudah dilakukan lelang, Bulan April-Mei tahun berikutnya sudah bisa merealisasikan anggaran dan bisa dikerjakan,” tegas dia.

Selain itu, dampak positif lain dari terobosan tersebut, timing lebih longgar dan saat pelaksanaan pekerjaan proyek pada musim kemarau. “Sehingga kualitas proyekpun akan bisa dipertanggung jawabkan,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here