News PKB Jombang – Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Sirodj menjamin bangsa Indonesia tidak akan terpecah-belah selagi masih ada kiai-kiai Nahdhatul Ulama. Ini karena mereka meyakini bahwa kecintaan pada tanah air merupakan bagian dari keimanan. Demikian disampaikan Kiai Said pada peringatan 1 Abad Madrasah dan 191 pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu malam (4/6/2016).

Menurut Kiai Said, nasionalisme Indonesia yang digelorakan KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah bukan nasionalis sekuler, tapi merupakan buah dari keberagamaan.

“Nasionalisme yang ditanamkan para ‘masyayikh’ NU benar-benar keluar dari hati yang beriman. Sehingga yang muncul kemudian adalah nasionalisme religious- religius nasionalis,” bebernya.

Diungkapkan KH Said, hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang ada dalam lagu mars ya ahlal wathon adalah jargon yang digelorakan oleh para masyayikh untuk menanamkan cinta tanah air kepada bangsa Indonesia.

“KH Wahab Hasbullah meski pakai sarung, pakai sorban, bila menggelorakan cinta tanah air, ya dengan lagunya Ya Ahlal Waton. Saya di Timur Tengah selama 13 tahun, tidak pernah mendengar ulama yang paling alim pun, menyuarakan ‘hubbul wathon minal Iman’,” bebernya.

Dengan begitu, lanjut Kiai Said, hubbul waton minal iman itu bentuk nasionalis religius Islam Nusantara. “Negara Indonesia ini berdiri dengan semangat Nasional. Saya Jamin, tidak ada kiai NU di Indonesia yang mengejarkan radikalisme dan membuat bom. Tapi sebaliknya, kiai-kiai NU di kampung dan desa-desa itu, membentuk dan menjaga karakter bangsa,” jelasnya.(ar/slh).

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here