Oleh: Dr Muhyiddin Zainul Arifin, MM*
Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS Albaqarah 153).

Sabar adalah sebuah kata yang menjadi penenang jiwa saat hati gundah gulana. Sabar bermakna menahan diri dan tidak berkeluh kesah, juga bermakna tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, putus asa dan patah hati), tabah, tenang dan tidak terburu-buru.

Ujian hidup perlu dihadapi dengan kesabaran. Tidak perlu lari dari ujian hidup, karena sepanjang waktu dia akan menghampiri kita, laksana pergantian musim panas ke hujan.

Bila musim hujan datang kita tidak perlu risau bahkan menyalahkan hujan, tapi cukuplah kita siapkan payung yang kuat supaya kita tidak kehujanan.

Ujian itu laksana “turunnya hujan” dan sikap sabar itu laksana “menyediakan payung”.

Contoh sederhananya, mahasiswa yang sabar adalah mahasiswa yang aktif kuliah, mengerjakan tugas, bayar kewajiban, mengikuti ujian, setelah itu bersabar dapat nilai dari dosen.

Dosen yang sabar adalah dosen yang aktif mengajar, membuat penelitian, dan pengabdian masyarakat, lalu menerima gaji sesuai haknya.

Bekerja setiap hari dan pasrah akan rizki dari Allah adalah sebuah kesabaran.

Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar sehingga bisa selamat dunia sampai akhirat. Aamiin.

*Pondok Pesantren Al-Ghozali Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here