News PKB Jombang – Kalangan DPRD Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengimbau pemerintah desa agar dana desa (DD) direalisasikan sesuai dengan regulasi yang ada. Mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pada tahap pelaporannya.

Kepala desa dalam hal ini tidak perlu ragu, bahkan takut untuk menggunakan DD dengan proses tahapan penggunaan DD sebagaimana regulasi yang mengatur. Sikap kepala desa dalam menggunakan DD yang demikian tentu akan berpengaruh pada tingkat keberhasilan pembangunan desa.

“Saya berpesan kepada kepala desa tidak perlu takut menggunakan dana desa asal proses perencanaan, pelaksanaan dan pelaporanya sesuai dengan regulasi, kalau sudah sesuai aturan tidak perlu takut sekalipun ada yang menakut-menakuti,” kata Kartiyono salah seorang anggota Komisi A DPRD Jombang, Jumat (3/11/2017).

Selain itu dipaparkan, penandatanganan MoU antar Kementerian Desa, Kemendagri serta Kepolisian RI terkait pengawasan penggunaan DD beberapa waktu lalu, tidak untuk menjadikan pemerintah desa ragu-ragu dalam menggunakan DD. Perinsipnya, lanjut Kartiyono, adalah kesesuaian sejumlah program desa dengan aturan yang berlaku.

“Pengawasan itu adalah semata-semata tidak ingin nantinya para penyelenggara pemerintah desa terjebak pada pelanggaran yang disadari maupun tidak disadari, khususnya tidak ingin kepala desa nanti malah tersangkut masalah karena longgarnya pengawasan. Jadi sistem pengawasan ini lebih kepada antisipasi dan pencegahan,” tuturnya.

Lain dari itu, Kartiyono mengungkapkan pemerintah desa perlu juga memperhatikan ruh UU desa no 6 tahun 2014. Pada UU itu, kata dia, ada semangat untuk membangun sebuah desa yang luar biasa dengan target menjadikan kemandirian desa. Sehingga kesejahteraan desa sekaligus masyarakatnya dapat terwujud.

“UU desa no 6 tahun 2014 ini adalah UU berkah, tapi bagi siapapun yang mau coba-coba bermain-main, maka bisa jadi musibah,” ujar pria Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jombang ini.

Untuk mewujudkan semangat UU tentang desa di atas, papar Kartiyono, pemerintah desa setidaknya harus bisa merencanakan sejumlah program desa degan matang dan terukur serta sesuai dengan kebutuhan setiap desa.

“Jangan sampai salah dalam perencanaan, sebab kalau sampai salah, maka akan fatal dan tidak berkontribusi positif bagi desa dan masyarakatnya. Dengan demikian perencanaan menjadi kunci sukses dan tidaknya desa membangun melakui DD ini,” jelasnya. (red)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMutiara Hati (7), Peduli
Berita berikutnyaMutiara Hati (8), Dinamika Hidup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here