News PKB Jombang – DPRD Jombang, Jawa Timur mendorong agar peran lembaga pendidikan dan lingkungan dapat dioptimalkan dalam membantu memberantas kasus penyalahgunaan narkoba di Jombang. Disamping peran penegak hukum diharapkan menjadi mitra yang baik dengan lembaga pendidikan juga peran sejumlah elemen di lingkungan masyarakat setempat.

Ini lantaran, Jombang yang dikenal sebagai Kota Santri belakangan ini kian memprihatinkan. Dalam kasus penyalahgunaan narkoba, Jombang peringkat kedua se-Jawa Timur setelah Kabupaten Bangkalan, Madura.

“Sekarang ini, bukan hanya kalangan dewasa ataupun orang tua, namun juga sasarannya kepada kalangan pelajar. Ini sangat miris,” kata Wakil Ketua DPRD Jombang, M Subaidi Mukhtar, Selasa (10/10/2017).

Ditengah menjamurnya kasus di atas, imbuh politisi PKB Jombang ini, lembaga pendidikan, khususnya di Jombang memiliki peran strategis dalam membantu memberantas penyalahgunaan narkoba ini. Selain dapat mewaspadai penyalahgunaan narkoba, lembaga pendidikan juga dapat mendeteksi siswa sejak dini dalam hal penggunaan (konsumsi) narkoba.

Selama ini, ia menilai peran lembaga pendidikan dalam mengoptimalkan peran ini masih sangat minim. “Misalnya, setiap sekolah menerapkan tes urin kepada semua siswanya. Ini dapat mendeteksi dari sejak dini,” ujarnya.

Disampaing adanya dorongan peran lembaga pendidikan, pria yang kerab disapa Pak Sub ini menambahkan, campur tangan sejumlah elemen di lingkungan masyarakat juga penting dimaksimalkan. RT/RW, tokoh masyarakat dan unsur yang lain harus berperan aktif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba ini.

“Kadang memang lingkungannya juga sangat mendukung. Artinya dirasa aman untuk hal ini (penyalahgunaan narkoba). Nah makanya, peran RT/RW, tokoh masyarakat setempat penting juga mewaspadai hal ini. Peran mereka sangat diperlukan dalam hal ini,” jelasnya. (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here