News PKB Jombang – Slogan Holopis Kuntul Baris yang digaungkan kandidat calon gubernur Jawa Timur asal PKB, Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd., terus berkibar mendapat tanggapan positif.

Sebelumnya newspkbjombang.com telah mengangkat tanggapan dari tokoh-tokoh Jatim. Kali ini kembali newspkbjombang.com mengangkat tema yang sama tapi dari kalanganan kader PKB sendiri, yaitu anggota Fraksi PKB DPRD Jombang. Berikut kata mereka:

H. Mas’ud Zuremi (Ketua Fraksi PKB)

Holopis Kuntul Baris merupakan slogan yang bersumber dari falsafah jawa yang digelorakan kembali oleh Pak Halim. Ada cita-cita besar untuk menggerakkan semangat kebersamaan dan perjuangan dengan slogan tersebut. Mengingatkan kembali sifat dan sikap kebersamaan serta kegotongroyongan masyarakat Jatim.

Makna lain dari slogan tersebut tergambar dalam ungkapan jawa, saiyeg saeka praya. Kebersamaan dalam satu kesatuan menuju kekuatan sejati dalam mencapai kemenangan dan keberhasilan bersama.

Holopis Kuntul Baris sangat sesuai dengan karakteristik masyarakat Jatim yang majemuk. Slogan tersebut juga mengisaratkan makna kerja keras banting tulang, mengerahkan tenaga sekuatnya secara bersama-sama untuk kepentingan bersama dan kesejahteraan bersama.

Hj. Erna Kuswati

Lepas dari perbincangan soal makna dan nilainya, belakangan ini, hal pertama yang muncul di benak saat mendengar atau membaca slogan Holopis Kuntul Baris adalah kekaguman pada kecerdasan orang yang berada di baliknya. Orang yang menggagas, mencetuskan dan menggaungkannya, hingga mengembalikan ingatan kita pada nilai yang terkandung di dalamnya. Bahkan barangkali tak cukup hanya cerdas, ia pasti orang bijak yang kenyang asam garam.

Pada titik ini, nama Pak Halim menjadi realistis untuk diusung dan didukung bersama-sama menjadi Gubernur Jatim periode mendatang. Kans memenangi Pemilihan Gubernur cukup terbuka lebar dengan beragam potensi dan modal politik yang Pak Halim miliki. Maka tidak ada alasan bagi kader PKB untuk tidak mendukung Pak Halim.

Hj. Fatimah ZB

Holopis Kuntul Baris semakin memikat masyarakat seiring dengan gencarnya pengenalan slogan tersebut melalui berbagai media. Ini menunjukkan, gagasan Pak Halim di balik ungkapan jawa tersebut mengena di hati warga Jatim. Semacam ada kealpaan ingatan yang direfresh kembali.

Maka jangan heran bila sekarang dengan mudah saja, saat terdengar atau terbaca Holopis Kuntul Baris, ingatan kita menggambar sebuah kebersamaan dan kegotongroyongan. Dan tentu saja, saat itu juga tergambar sosok Pak Halim yang merakyat dan tak membeda-bedakan. Holopis Kuntul Baris. (ans/slh)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here