News PKB Jombang – Salah satu politisi PKB Jombang, Kholilah menyebut momentum Hari Santri Nasional (HSN) menjadi penting dalam merefleksi kembali terkait pengetahuan dan ilmu yang sudah diperolehnya.

Pengetahuan serta ilmu yang telah didapat di masing-masing pesantren, menurutnya harus lebih bisa diaktualisasikan dengan baik di lingkungan masyarakatnya. Hal ini juga, paparnya, sebagai wujud kemanfaatan ilmu yang diperoleh para santri selama di pesantren.

“Kepada para santri untuk bisa mengaktualisasikn ilmunya yang didapat dari pesantren, misal tentang kebersihan, santri jangan hanya bisa mengucapkn slogan annadzafatu minal iman, namun kita sebagai santri harus benar-benar bisa menjaga kebersihan lahir maupun bathin,” katanya, Minggu (22/10/2017).

Di sisi lain, anggota Komisi B DPRD Jombang ini mengungkapkan, para santri juga harus tetap bisa memelihara sikap kejujurannya, sebagaimana sikap dan sifat santri yang sesungguhnya. Sikap ini lantaran diperlukan, sebab santri menjadi cikal bakal pemimpin bangsa yang lebih maju.

“Saya yakin 10 tahun yang akan datang semua santri yang hari ini hadir akan jadi pemimpin, dan itu artinya santri menjadi pilar NKRI. Sesuai tema “santri mandiri NKRI hebat,” urai dia.

Untuk itu, ia mengimbau upaya memilihara sikap kejujuran pada santri harus bisa dioptimalkan sejak dini. Sehingga, kata dia, tatkala telah menjadi pemimpin bisa dipastikan bersih dari kasus-kasus yang cukup memalukan, seperti korupsi dan semacamnya, sebab segala tindakan santri didasarkan pada sikap kejujuran itu.

“Ini saya katakan lebih pada kebersihan bathin santri. Harus bersih bathinnya dari ahlak yang tercela, harus jujur tidak boleh jadi pembohong, apalagi koruptor,” ungkapnya. (rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here