News PKB Jombang – Jelang perhelatan pemilihan bupati (Pibup) Jombang tahun 2018 mendatang, tak sedikit komunitas mulai menyorotinya dengan berbagai sisi. Tak terkecuali para pemuda setempat.

Beberapa pemuda di Kota Santri ini, Sabtu (18/12/2017) malam memprakarsai gelaran diskusi publik dengan tajuk ‘Garda Muda Memilih Pemimpin’ di Kedai Persada, Jl Wisynu Wardhana No 41, Kaliwungu, Kecamatan Jombang, tepat di Barat Polsek Jombang Kota.

Ketua DKC Garda Bangsa Jombang, Kartiyono saat memberikan sambutan pembuka kegiatan ini mengatakan, Pilkada Jombang harus dijadikan titik awal kebangkitan para pemuda untuk mengambil peran strategis dalam menentukan wajah Jombang dalam 5 tahun ke depan. Baik dan buruknya kualitas kepempinan bangsa di semua lini, menurtnya, ditentukan kualitas peran serta dan pola pikir politik pemuda. Pasalnya, diprediksi lebih dari 60% pemilih dalam pesta demokrasi itu adalah berasal dari kaum muda.

“Untuk itu dalam momentum pesta demokrasi 5 tahunan itu, para pemuda harus selalu berada di garda terdepan dalam perubahan. Melalui pesta demokrasi baik Pilkada Pemilu Legislatif maupun Pilpres, pemuda haris selalu ambil peran sebagai wujud kepedulian,” katanya.

Pria yang juga Ketua F-PKB DPRD Jombang ini lebih jauh mengurai, pandangan politik pragmatis hingga saat ini potensi masih terjadi di lingkungan masyarakat. Karenanya pemuda tidak boleh larut dengan pandangan politik yang demikian.

“Tidak boleh terjadi, pemuda larut pada pandanga politik pragmatis yang bisa jadi pandangan politik pragmatis sengaja disekenario oleh pihak yang punya kepentingan pribadi dengan modalnya. Mereka akan terus berusaha menggiring masyarakat ini ke dalam kebodohan dan kekonyolan politik,” ujarnya.

Lembaran rupiah oleh para broker politik, lanjutnya, masih dianggap cara ampuh untuk mempengaruhi pilihan masyarakat. “Hal ini tidak bisa dibiarkan, pemuda harus berani mengatakan tidak, pemuda harus berani tampil menjadi penggerak revolusi mental, pemuda harus berani dan bisa menjadi unjung tombak perubahan, sehingga akan bisa melahirkan pemimpin yang dipilh rakyat dengan pertimbangan rasionalitas, bukan pargmatisme,” jelasnya.

Dalam diskusi publik ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Aan Anshori, Direktur LINK dan H Zulfikar Damam Ikhwanto (Gus Antok), Ketua PC GP Ansor Jombang.

Pantauan di lokasi lebih dari 100 pemuda juga kalangan mahasiswa lintas komunitas di Kabupaten Jombang antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan tampak beberapa perwakilan dari Kota Mojokerto juga ikut andil dalam kegiatan diskusi publik ini. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here