News PKB Jombang – Keluhan terkait bantuan rombong yang diberikan Dinas Koperasi dan UMKM kepada sejumlah pendagang nasi pecel di Jombang mendapat tanggapan dari wakil rakyat.

Sejumlah rombong dikeluhkan, sebab selain bobotnya terlalu berat, juga kurang efisien saat digunakan.

Sekretaris Komisi B DPRD Jombang Erna Kuswati menilai, perencanaan pemberi bantuan dalam hal ini kurang matang. Hingga beberapa rombong di berbagai daerah belakangan ini diketahui ‘nganggur’ tak berfungsi.

“Kalau rombong untuk sepeda, ya desainnya harus pas dengan sepeda ontel. Kalau sudah begini kan sayang bantuan tidak bermanfaat,” kata anggota F-PKB DPRD Jombang ini, Rabu (25/10/2017).

Ia menjelaskan, sebelum memberikan bantuan kepada sejumlah pedagang pecel, seharusnya Dinas Koperasi dan UMKM dapat mengukur kebutuhan para pedagang pecel dengan akurat. “Mestinya bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penerimanya,” ujarnya.

Lebih jauh, Erna sapaan akrabnya meminta Dinas Koperasi dan UMKM segera mengevaluasi kinerjanya. Selanjutnya, mengganti rombong tersebut dengan rombong yang memang diharapkan pedagang pecel.

“Harus dievaluasi, dan pihak atau rekanan yang sudah ditunjuk dinas harus membuat rombong sesuai pesanan, bukan dinas yang manut dibikinkan seperti rombong yang sekarang,” bebernya. (sul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here