Awas, Relokasi Industri ‘Mengancam’ Jombang

0
11

News PKB Jombang – Sejumlah perusahaan dikabarkan akan hengkang dari Jombang. Sedikitnya 6000 pekerja bakal dirumahkan menyusul aksi relokasi industri oleh beberapa perusahaan tersebut. Bupati Jombang, Nyono Suherli, buru-buru menghimbau kepada seluruh perusahaan untuk menghitung kembali untung rugi jika harus merumahkan para tenaga terampil yang sudah bertahun-tahun bekerja (31/3/2016). Seberapa efektif himbaun Bupati mampu mempengaruhi kebijakan investasi perusahaan ?

Ketua Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama Kabupaten Jombang, M. Muhlis menyatakan (1/4/2016) sulit untuk mengukur seberapa efektif himbauan Bupati mampu mempengaruhi kebijakan perusahaan. Fakta lapangan yang akan menjawab, apakah perusahan-perusahan yang dimaksud itu akan membatalkan rencananya atau tidak untuk merelokasi industrinya ke luar Jombang.

“Selain karena efektifitas itu tidak memiliki parameter yang baku, dunia usaha memiliki logika dan hitung-hitungan tersendiri. Keuntungan adalah kata kuncinya,” terang aktivis mantan staf Fraksi PKB DPRD Jombang ini.

Menurut Muhlis, bila benar rencana Pemutusan Hubungan Kerja terhadap 6000 orang terjadi, itu merupakan pukulan bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Itu kira-kira setara dengan 0,5 % jumlah penduduk Jombang berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, sebesar 1, 2 juta jiwa. “Bayangkan, Jombang tiba-tiba dibebani dengan lonjakan jumlah pengangguran yang cukup besar,”  ujarnya.

Lebih jauh Muhlis menyatakan, lepas bahwa relokasi industri juga disebabkan oleh faktor lesunya perekonomian global, situasi demikian ini merupakan salah satu implikasi dari lemahnya mediasi Pemkab pada saat penentuan upah pekerja.

“Pada saat musyawarah Dewan Pengupahan, seharusnya Pemkab memiliki data sendiri yang bisa menjadi penengah antara data dari wakil perusahaan dan data buruh,” terang pria yang juga Sekretaris BMT NU Jombang ini.(ans/slh)

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here