News PKB Jombang – Realisasi program swasembada daging sapi di Kabupaten Jombang dinilai masih jauh dari harapan. Tingkat populasi sapi di wilayah Jombang dan sekitarnya masih belum sebanding dengan kebutuhan pasar. Akibatnya, harga daging sapi menjadi tidak stabil karena permintaan lebih tinggi dibanding ketersediaan barang.

Untuk menyiasati situasi tersebut, anggota Komisi B DPRD Jombang Hj. Kholilah menawarkan solusi jangka panjang berupa pelarangan menyembelih sapi-sapi usia produktif. Harapannya, sapi dapat berkembang biak dengan baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging sapi di Jombang.

“Tapi ini tentu saja solusi jangka panjang. Untuk bisa merealisasikan gagasan tersebut, secara simultan pemerintah harus memfasilitasi budidaya sapi konsumsi secara memadai. Misalnya, bantuan keuangan kepada kelompok-kelompok peternak, kredit modal usaha bunga lunak, penyuluhan yang intensif, pengorganisasian peternak serta penguatan lembaga kelompok peternak, harus dilakukan secara serius,” terang anggota Fraksi PKB ini.

Menurut wanita yang juga Ketua Pengurus Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Bandarkedungmulyo ini, persoalan harga daging sapi yang sering tidak stabil butuh tindakan nyata dari para pemangku kebijakan di daerah. “Jangan hanya mengeluh, ‘ini gara-gara pajak impor sapi yang tinggi’ atau ‘ ini gara-gara kapal pengangkut sapi yang gagal’. Itu tidak menyelesaikan persoalan,” katanya.

Kholilah meyakini, usaha pelarangan penyembelihan sapi-sapi produktif bakal meningkatkan ketersediaan daging sapi di Jombang. “Dengan catatan pemerintah harus menggenjot pembibitan dan pembudidayaan sapi-sapi pedaging. Juga ada jaminan dan fasilitas dari pemerintah terhadap kelangsungan usaha peternakan, khususnya sapi ,” katanya.(ans/slh).

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here